Terjebak Macet Di Titik 0,0 Drajat

Terjebak Macet Di Titik 0,0 Drajat

 muslimah menik mati udara sunrise, dengan pemandangan yang indah, rumput ilalang pun ikut dalam menikmatinya, "nikmat yang mana lagi yang kaudustakan", semilir angin yang berhembus dengan aroma bumi cinta, ya robb terimakasih atas semua nikmat yang kau berikan padaku
By : aboutislam.net

Ku hirup aroma bumi di senja pagi, jarum jampun berbunyi terlintas dipikiran ku waktu yang telah kuhabiskan, dengan kenikmatan yang amat luar biasa dari-Nya. Terdengar kegaduan di luaran sana entah apa yang menjadi trending topik hari ini, maklum aku tak pernah ikut berkecimbung dalam setiap pembahasan mereka, ku beranjak bangun dari rutinitas biasa dan mulai sedikit kepo dengan apa yang di bicarakan teman-teman di luaran sana. Tak sengaja melihat kalender sekilas, aku tercengang dan sangat kaget melihat angka berwana merah OMGGGGGG…!!!!!, aku lupa besok kan hari libur Hadeuuwwhh……!!!! dasar pelupa pantesan teman-teman pada rame, namanya aja orang kerja, hari speasialnya ya hari libur apalagi libur panjang.

Kerjapun sudah mulai tak konsen terkecoh dengan hari libur esok,  maklum anak rantau, kalau masalah liburan ya sangat heboh banget dan ribet sekali, belum prepare, beli oleh-oleh, beli tiket kreta, padahal jarak dari rumah tidak terlalu jauh SURABAYA-MOJOKERTO. Sekilas terdengar aneh Surabaya-Mojokerto  membutuhkan waktu 1-2 jaman dan aku lebih memilih naik kereta dari pada bus, bukan apa-apa sih soalnya aku kalau naik bus gampang pusing alias mabuk, dan aku orangnya agak sedikit manja bukan sedikit sih emang manja dan tidak mau repot.

Orang-orang bilang wajar, padahal aku bukan anak bontot aku penya adik tapi dia tidak semanja aku, semenjak ditinggal kedua orang tua, semuanya menuruti kemauanku bukan hanya kakak tapi adik ku juaga ikut-ikutan, sampai tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri kalau berpergian, dan wajib diantar. Emang sedikit alay tapi itu demi kebaikanku dan bukti rasa sayangnya paduku . Aku bersyukur atas karunia-Nya yang sangat berharga yaitu keluarga yang harmonis, terlintas akan semua pesan almarhumah ibu, beliau berkata ” Semiskin-miskinnya, sekaya-kayanya dan sebanyak-banyaknya masalahmu di dunia, jangan sampai kamu membenci  saudaramu” perkataan beliau masih terngiang dalam benah ingatanku. Dan hanya do’a yang bisa ku panjatkan “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran”  itulah cara ku untuk melepas rindu pada beliau.

Jadi ingin cepat- cepat beli tiket kereta takut kehabisan, biasanya kalau libur panjang tiket sudah habis dari jauh-jauh hari.  Kebetulan hari jum’at waktu istirahat kerja lumayan lama dari biasanya, alhamdulillah ada waktu untuk beli tiket. semoga masih ada, tidak terbayang jikalau kehabisan.

Sang surya menyapa dengan hangat sampai membekas dipori-pori kulit, ya tepat pukul 12:30 tiba di stasiun Dhoho sepertinya banyak yang mau pulang kampung nih, sedikit ada rasa khawatir kehabisan tiket. langkah ku untuk menuju loket melewati banyak antrian telah usai dan saatnya giliranku. Terdengar suara petugas loket yang membuat kecewa ” Mohon maaf  tiket untuk keberangkatan Mojokerto sudah habis”. Mulai bingung dan rasanya ingin menangis, ya sudahlah jalan satu-satunya hanya naik bus.

Merindukan Bunda

sunset mom, kasih sayang ibu tak terbatas, darimulah aku lahir, darimulah aku belajar berbicara, berjalan. ibu adalah guru terbaik, terimakasih ya robb engkau telah memberi aku malaikat tanpa sayap yang sangat baik sekali, setiap hari kau ajak diriku untuk mengenal apa itu pantai, surise, sunset dan banyak lagi, mom suseet child.
Ilustrasi. (seehati.com)

Pertama kalinya aku naik bus sendirian, sebelumnya kalau naik bus selalu sama beliau (ibunda), beliau sudah hafal betul dengan karakter dan kebiasaan ku. Setiap kali naik bus ku tak lepas dari selendang beliau, padahal hanya sekedar memegangnya, itu sudah lebih dari cukup untuk menenangkan rasa mual yang ku alami pada saat itu. Ku selalu tidur di pangkuan beliau dan bersandar di bahu beliau, sepanjang perjalanan berlangsung, dari berangkat sampai tiba di tempat tujuan, tetap di posisi  awal yaitu dipangkuan beliau. Itulah mengapa Aku tidak suka naik bus, terlalu banyak kenangan bersama beliau yang tak bisa dilupakan, tidak hanya itu saja melainkan aku takut jikalau pusing tidak ada tempat senyaman pangkuan beliau.

Senjapun sudah mulai lengser dimakan oleh sang waktu, tepat pukul 16:00 WIB. saya beranjak untuk pulang kampung, sebelum ke terminal aku pesan ojek terlebih dahulu. ojek sudah ada barang-barang sudah siap tinggal berangkat.

Malaikat Turun Dirintik Gerimis

hujan mendatangkan keberkahan, berdo'a dalam keadaan hujan sangat mustajabah, dalam al- qur'an hujan dijabarkan sebagai pengobatan alternatif seperti kena sihir dan lain sebagainya.
ayohaji.com

Awan tampak muram, seakan-akan tidak mengizinkanku untuk pergi, entah bagaimana  cara ku untuk menghilangkan rasa ketakutan ini. Hanya membutuhkan sekitar 10 menit untuk sampai ke terminal,  tercium aroma khas terminal, “sudah sampai terminal mbak”, kata pk ojek. Subhanallah banyak sekali orang-orang yang mau pulang kampung, terlintas sedikit kaget dan tercengang melihat semua orang berhamburan, demi untuk mendapat kursi penumpang semua rela berlarian.

ku melangkahkan kaki untuk memulai mencari bus jurusan Mojokerto, sedikit bingung dan melelahkan, hari semakin petang dan aku belum mendapatkan kursi penumpang. “sungguh weekend kali ini jumlah penumpang meledak 10 kali lipat dari biasanya”, kata bapak-bapak disebelah ku. Adzan maghrip telah berkumandang, sebagian orang ada yang langsung beranjak untuk mengambil wudhu, dan sebagiannya lagi masih tetap kekeh untuk menunggu bus datang.

waktu maghrib sudah usai dan aku masih belum mendapat bus, rasanya ingin ku menyerah saja, kembali ke penginapan. Tapi hati kecil ku berkata ” jangan gampang menyerah “, oke aku akan tetap disini sampai dapat kendaraan untuk pulang. gerimispun membasahi semangat ku, tapi tak ada yang luntur dari warna semangatku.

Terdengar suara lembut, dari sisi kiri ku “nduk belum dapat bus ya ?, mau kemana ?” kata bapak-bapak, sambil menatap ku dengan penuh belas kasihan, akupun menjawab, ” belum pak, mau ke Mojokerto”, terdengar lirih dan tak bersemangat.  Adhzan Isya’ telah memanggil ku, dan hujan mulai deras, sedangkan masjidnya lumayan jauh juga. Dengan sukarela bapak tersebut membantu ku, membawakan semua barang-barang ku kemasjid. Sambil berlarian melawan derasnya  guyuran hujan, beliau berkata, “istirahat di masjid aja nduk”, aku pun menjawab dengan senyum,” iya pak”,.

Allahu akbar kau tunjukkan kekuasaan-Mu, tak henti-hentinya aku mengucap syukur dalam hatiku, ternyata masih banyak orang-orang baik diluaran sana. setelah banyak ngobrol ngalor ngidul, beliau membantu mencarikanku bus. Tak peduli derasnya hujan, beliau berlarian kesana kemari untuk mencarikanku kursi penumpang. Padahal beliau orang asing kenal juga di terminal, tapi baiknya seperti bapak sendiri, jam sudah menunjukkan angka 10 dan aku pun belum mendapat bus juga. Baju sudah basah kuyup diguyur air hujan, tapi beliau masih tetap mencarikannku bus, entah sudah berapa kali beliau berlarian bolak balik, aku tidak ini orang apa malaikat, yang dikirim oleh Allah untuk ku.

Pada suatu titik kepenatan, beliau menghapiriku menawari segelas teh hangat, “Nduk beli teh anget supaya badannya tidak kedinginan”, sambil tersenyum dan sedikit terdengar suara nafasnya yang ngos-ngosan. “tidak pak makasih”, jawabku sambil menggigil dan kedinginan. Tidak banyak omong beliau mengambil semua barang-barang ku menuju rumah makan. Dimana mayoritas pembeli laki-laki semua dan banyak asap-asap rokok yang membuatku batuk, lagi-lagi beliau sangat baik kepadaku, beliau sudah menyiapkan tempat yang dimana tidak ada kabut rokok sama sekali.

Menu makanan sudah tersediah dimeja dengan segelas teh dan kopi, kalimat syukurku terus kulantunkan dalam hati, atas nikmat rezeki yang ku rasakan saat ini. Setelah beliau membayar semua pesanan, beliau berkata “Nduk nati sekitar jam 22:30 kamu dapat kendaraan tunggu saja disini, bapak mau kebelakang dulu, kalau kalau tidak kembali, kamu berangkat saja.

Tepat pukul 22:30 ada seorang yang menawariku kendaraan umum, tapi lumayan mahal 10 kali lipat dari ongkos naik bus. Karena aku sangat membutuhkan dan sudah tengah malam, ya mau tidak mau aku harus pulang. sampai saat ini beliau belum kembali, sesuai perkataan beliau, akupun beranjak meninggalkan dan menuju mobil.

Rencana Tidak Sesuai Dengan Kenyataan

ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan, disitulah kiata harus bersabar untuk menerima kenyataan dari harapan yang telah di bangun selama kita berharap sesuatu
By : www.kisahidup.com

Alhamdulillah sudah dapat kendaraan. “Bissmillahirrohmanirrohim subhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna”, tak lupa ku lantunkan Do’a naik kendaraan, agar selamat sampai tujuan.

Tepat di titik 0.0 jarum jam berada, tiba-tiba mobil yang ku tumpangi mogok. Entah apa yang terjadi aku kurang faham, dan itu semua membuat kemacetan yang panjang, semua penumpang disuruh turun. Namun hanya aku yang tidak turun, mungkin mellihat aku kelelahan, jadi di perbolehkan untuk istirahat didalam mobil.

Aku terbangun dari keramaian, sudah jam 01:00 masih belum juga bisa. Planning ku yang tadinya sampai rumah jam 19:00, ternyata sudah jam segini belum juga sampai di rumah, semuanya diluar rencana. Manusia hanya bisa merencanakan, tapi Allahlah yang berkendak.

Akhirnya mobil bisa diperbaiki, alhamdulillah.. Sejenak angin malam dari jendela mobil, membawaku teringat dengan suasana di terminal. Sungguh aneh tapi ini benar-benar nyata, dan rasanya aku seperti mimpi, orang asing seperti malaikat penolong. Allahu akbar, dalam kesulitan pasti ada kemudahan,”itu janji Allah pada umatnya.

Setelah sekian banyak perjuanganku, dari lari-larian basah kuyup di terminal, sampai mobil mogok di tengah jalan. Dan akhirnya aku sampai dirumah, dengan selamat, dari kejadian tersebut banyak hikmah yang dapat aku dipetik. Dari sikap sabar, khusnudzon pada manusia dan yang terpenting khusnudzon sama Allah. Allah tidak akan memberi ujian melampaui batas hammbanya. Sekian sedikit cerita tentang pengalamanku semoga bermanfaat, Aamiin..

QS. Ash-Sharh :5-6 dimana ada kesulitan disitu ada kemudahan, sesuai janji allah pada umatnya dalam QS. Ash-Sharh :5-6
By : deskgram.net

Leave a Comment