10 Panglima Perang Islam yang Harus Kalian Ketahui

Panglima Perang Islam adalah orang yang mengontrol atau memimpin sebuah pasukan dalam peperangan untuk memperjuangkan agama Islam. Biasanya gelar ini diberikan kepada orang yang hebat dalam berperang, baik dalam gerakan fisik mapun strategi perang.

Di zaman Rasulullah ﷺ untuk menyebarkan Islam tidak jarang harus ditempuh dengan peperangan, itu dikarenakan para penentang Islam begitu keras. Tercatat dalam sejarah, banyak panglima perang islam yang membawa kemenangan bagi kaum Muslimin.

Berikut beberapa panglima islam yang berjasa bagi umat Muslimin.

Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (570 M -632 M)

panglima perang islam - Kalimat Muhammad SAW
www.makintau.com

Rasulullah Muhammad ﷺ adalah sosok manusia yang paling sempurna. Ia adalah seorang suami romantis, ayah yang penyayang dan sekaligus panglima perang yang sangat hebat.

Rasulullah ﷺ telah memulai karir peperanganya dari umur 15 tahun ketika Perang Fijar. Pada saat itu, Rasulullah ﷺ berperan sebagai penghimpun anak panah yang jatuh dan diserahkan kembali kepada pamannya yang berperang.

Rasulullah ﷺ berperan penting dalam menetapkan strategi-strategi perang yang dijalankan oleh umat Muslim.

Pada Perang Badar, ia ﷺ memerintahkan untuk menutup dan menguras sumur-sumur di Badar sehingga pihak musuh tidak memiliki pasokan air yang cukup.

Pada Perang Uhud, ia memerintahkan pasukan pemanah tetap tinggal di bukit yang paling tinggi untuk melindungi pasukan lain di bawahnya.

Pada Perang Khandaq, ia memerintahkan untuk menggali parit dan ia pun berhasil menghancurkan batu yang tidak bisa dihancurkan oleh sahabat-sahabat yang lain.

Khalid bin Walid (585 M-642 M)

panglima perang islam - khalid bin walid
www.islamkafah.com

Khalid bin Walid adalah salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang dikenal ahli dalam bidang kemiliteran. Sepanjang karier militernya saat ditunjuk sebagai panglima perang kaum Muslimin, ia tidak pernah merasakan kekalahan dalam setiap peperangan yang dipimpinnya.

Dibawah komandonya pula lah, Jazirah Arabia untuk pertama kalinya dalam sejarah bersatu dalam satu entitas politik yaitu Kekhalifahan. Karena keberaniannya Khalid bin Walid mendapat julukan Saifullah al Maslul yang artinya si pedang Allah yang Terhunus.

Tapi ada satu hal yang membuatnya sedih. Dia tidak mendapatkan syahid selama melakukan puluhan hingga ratusan peperagan. Beliau berpulang ke Rahmatullah dalam baringnya.

Abu Ubaidah bin Al Jarrah (583 M – 639 M)

panglima perang islam - Abu Ubaidah bin Al Jarrah
www.islamkafah.com

Sahabat yang menjadi kepercayaan Rasulullah ﷺ ini selalu menyertai Rasulullah ﷺ dalam setiap peperangan yang beliau ikuti. Ia bahkan pernah dicalonkan menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah, meski akhirnya Abu Bakar RA yang terpilih.

Ia pernah ditunjuk menjadi panglima perang kala memimpin pasukan Muslimin  berperang melawan Kekaisaran Romawi. Ia juga memiliki peran besar saat mengomandoi pasukan Muslimin dalam menaklukkan wilayah Syam (Suriah).

Di bawah komandonya, seluruh wilayah Syam takluk di bawah kekuasaan Islam, dari tepi sungai Furat di sebelah timur hingga Asia kecil di sebelah utara.

Syurahbil bin Hasanah ( 583 M-639 M)

Syurahbil bin Hasanah
awalbiru.com

Seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang pernah ditunjuk sebagai panglima dalam berbagai peperangan dan penaklukan. Terutama pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar beliau menjadi panglima perang yang hebat.

Dia merupakan salah satu komandan lapangan utama selama penaklukan Muslim di Suriah setelah Khalid bin Walid. Ia juga ikut berperan dalam peperangan melawan Bangsa Romawi.

Syurahbil bin Hasanah termasuk diantara 14 panglima perang yang dikirim oleh Abu Bakar ke Syam di bawah instruksi Khalid bin Walid dan berikutnya Abu Ubaidah bin Jarrah.

Saad bin Abi Waqash (595 M – 674 M)

saad bin abi waqsh
www.cahayaislam.id

Sahabat Rasulullah ﷺ ini pernah turut serta dalam beberapa peperangan seperti perang Badar, Uhud, Khandaq, Khaibar, serta pembebasan kota (fathu) Mekah.

Ia menjadi salah seorang dari tiga orang yang memegang bendera kaum Muhajirin saat pembebasan kota Mekah. Dia juga pernah ditunjuk sebagai panglima perang Islam dalam kemenangan kaum Muslimin saat perang melawan tentara Persia di Qadisiyah.

Dengan kemenangan tersebut, wilayah Persia akhirnya menjadi bagian dari kekhalifahan Islam.

Amr bin Ash (585 M – 684 M)

amr bin ash
amaljariah.org

Amr bin Ash adalah sahabat Nabi ﷺ, pejuang, dan salah seorang panglima perang islam yang gagah berani. Khalid bin Walid adalah salah satu teman baiknya yang nanti akan berjuang bersama di jalan Allah SWT. Dia juga dikenal diplomat ulung sebagaimana Muawiyah bin Abi Sofyan.

Sebelum masuk Islam, dia pernah memusuhi Islam bersama Khalid bin Walid. Setelah masuk Islam, ia turut serta bersama Rasulullah ﷺ menaklukan kota Mekah dalam peristiwa fathu Makkah.

Amr bin Ash adalah panglima perang yang berhasil menaklukkan Baitul Maqdis dan Mesir dari cengkeraman Romawi. Amr bin Ash pernah menjadi gubernur pada masa Khalifah Umar bin Khatab.

Shalahuddin Al Ayyubi (1139 M – 1193 M)

shalahudin bin ash
www.dream.co.id

Dia adalah jenderal Muslim serta pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak ). Ia lah yang membangun Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, beberapa di Yaman, Irak, Mekkah Hejaz serta Diyar Bakr.

Namanya begitu dikenal baik di dunia Islam serta Kristen, karena perannya dalam perang Salib. Kepemimpinan, kemampuan militer, serta sifatnya yang kesatria dan pengampun menjadikan ia dihormati dan disegani baik kawan ataupun lawan.

Selain panglima perang, ia juga dikenal sebagai Ulama. Ia memberi catatan kaki serta beragam jenis keterangan dalam kitab hadits Abu Dawud.

Thariq bin Ziyad (670 M -720 M)

panglima perang islam - Thariq bin Ziyad
www.kaskus.co.id

Tariq bin Ziyad adalah salah seorang jenderal perang dari kekhilafahan Dinasti Umayyah. Ia adalah panglima perang Islam yang berhasil menaklukan Andalusia atau Spanyol.

Konon saat kapalnya berhasil mendarat di Andalusia, ia membakar kapal pasukannya di teluk Gibraltar, hal ini dilakukan agar tentara kaum muslimin terus maju tanpa kenal takut melawan musuh.

Pada tahun 712 M, Ia bersama Musa bin Nushair dengan tentara 18.000 orang berhasil menaklukkan sekitar dua sepertiga Semenanjung Iberia termasuk Saragossa, Barcelona, dan Portugal. Ini adalah awal pemerintahan Muslim di Spanyol sampai berakhir pada tahun 1492 M.

Usamah Bin Zaid (615 M – 673 M)

panglima perang islam - usamah bin zaid
rafiqjauhary.com

Usamah bin Zaid merupakan putra Zaid bin Haritsah yaitu pembantu Rasulullah ﷺ yang menikah dengan Ummu Ayman, pengasuh Rasulullah ﷺ. Nama Ummu Ayman juga disebutkan dalam Al Qur’an.

Suatu ketika, Farwah bin Umar Al-Judzami, kepala daerah Ma’an yang diangkat Kaisar Romawi, menjadi pemeluk agama Islam. Hal ini membuat marah para penguasa Romawi karena Farwah dikhawatirkan dapat mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk masuk Islam.

Farwah kemudian dibunuh dan kepalanya dipancung, lalu diletakkan di sebuah mata air bernama Alfa’ di Palestina. Agar menakut-nakuti penduduk Romawi, mayat Farwah digantung dan disalib.

Akbiat kejadian tersebut, Rasulullah ﷺ marah dan memerintahkan para sahabat untuk menyiapkan pasukan. Rasulullah ﷺ menunjuk Usamah bin Zaid sebagai panglima perang. Pada saat itu usia beliau baru18 tahun dan harus memimpin sahabat-sahabat seniornya.

Sahabat-sahabat seperti Umar bin Khattab, Abu Ubaidah bin Jarrah, Sa’ad bin Waqqash menjadi pasukan Usamah karena kepatuhan terhadapa Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ kemudian bersabda untuk menanggapi masalah tersebut:

“Telah menceritakan kepada kami Isma’il, telah menceritakan kepada kami Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar Radliallahu anhu “Rasulullah pernah menyiapkan sebuah perang yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid. Lalu para sahabat saling mengecam kepemimpinannya. Maka Rasulullah bersabda: “Apabila kalian mengecam kepempinan Usamah bin Zaid, maka berarti kalian juga mengecam kepemimpinan ayahnya sebelum itu. Demi Allah, sungguh ia memang layak dengan jabatan itu. Jika bapaknya adalah termasuk orang yang paling aku cintai setelahnya.” (HR Bukhari nomor 4109 dengan derajat Shahih)

Usamah bin Zaid memimpin 2000 orang pasukan berjalan kaki dan 1000 pasukan berkuda. Ia bergerak dengan cepat ke daerah Ubna dan melancarkan serangan yang sangat cepat sehingga penduduk Ubna belum bersiap untuk melawan.

Hanya selama 40 hari kemudian, mereka kembali ke Madinah dengan sejumlah harta rampasan perang yang besar, dan tanpa jatuh korban seorang pun.

Fatahillah (1490 M – 1552 M)

panglima perang islam - Fatahillah
mmc.tirto.id

Fatahillah dilahirkan pada tahun 1490 M di Basem, Pasai, Sumatra Utara dan wafat pada tahun 1570 di Cirebon. Ayahnya bernama Maulana Makhdar Ibrahim bin Maulana Malik Ibrahim yang menjadi ulama penyebar Islam di Pasai.

Pada tahun 1521 M, Portugis telah menancapkan pengaruhnya ke Pedir di ujung Sumatera Utara.

Fatahillah merupakan panglima perang Islam di masa kejayaan Kerajaan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono. Kerajaan Demak ini telah 2 kali menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1513 M dan 1521 M, keduanya mendapatkan kekalahan.

Pada 21 Agustus 1522, perjanjian kerja sama antara kaum Katolik Portugis dengan Pajajaran telah ditandatangani. Ini membuat Portugis memungkinkan membuat benteng di wilayah Sunda Kelapa. Pada tahun 1526 M, 6 armada kapal perang Portugis berlayar ke Sunda Kelapa untuk memulai ekspansi di Pulau Jawa.

Sebelum armada Portugis sampai ke Sunda Kelapa, Fatahillah telah berhasil membebaskan Sunda Kelapa dari Pajajaran. Ketika Portugis sampai Sunda Kelapa, Portugis yang mengetahui Sunda Kelapa sudah dikuasai Fatahillah meminta untuk dibangun kerjasama antara Demak dengan Portugis.

Kerja sama itu ditolak mentah-mentah oleh Fatahillah. Portugis marah dan mengancam akan membumihanguskan Sunda Kelapa.

Namun, gertakan itu tidak ditakuti oleh Fatahillah sehingga pecahlah perang antara Demak yang dipimpin oleh Fatahillah dengan Portugis.

Pasukan darat Katolik Portugis menggunakan senjata yang cukup modern di masanya, yaitu pedang, bedil, dan meriam serta berlindung dengan topi baja.

Sedangkan, pasukan Islam jalur darat menggunakan senjata tombak, kujang dan pedang, keris dan meriam-meriam. Armada kapal perang Portugis dan Fatahillah menggunakan meriam dan senjata api lainnya.

Allah pun memberikan kemenangan kepada pasukan Islam yang dipimpin oleh Fatahillah. Hingga kini Sunda Kelapa bebas dari Portugis dan berganti nama menjadi Jayakarta yang kemudian menjadi Jakarta.

Tadi adalah beberapa Panglima Perang Islam yang berpengaruh terhadap agama Islam. Semoga dengan membaca artikel ini bisa mengkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.

Perang Salib Versi Islam

Kali ini saya akan membahas tentang Perang Salib, tapi versi Islam. Apa itu perang salib? Kapan kejadiannya? Siapa pelakunya? Apa alasan di balik perang...
Purnama Biru
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.