Kisah Perang Badar dan 5000 Malaikat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Biru. Selamat pagi, siang, sore, malam, dimanapun Sahabat Biru berada semoga dalam keadaan sehat selalu. Mungkin masih banyak dari Sahabat Biru yang belum memahami tentang Kisah Perang Badar, dan apa pengaruhnya dalam sejarah Islam.

Setiap peradaban pasti memiliki sejarah mengenai pertempuran bersejarah, yang telah memainkan peran penting dalam sejarahnya. Bagi umat Islam, Perang Badar adalah suatu peristiwa besar, di mana umat Islam akhirnya mampu mengalahkan pasukan Quraisy.

Kali ini saya akan menceritakan tentang kisah Perang Badar. Semoga dengan membaca ini keimanan Sahabat Biru bisa bertamabah semakin kuat kepada Allah SWT.

Awal Terjadinya Perang

kisah perang badar-Kafilah
id.wikipedia.org

Kisah perang badar ini pada awalnya misi operasi badar bukan untuk langsung berperang. Namun, operasi itu untuk menghadang kafilah dagang lawan yang pulang dari Syam.

Telah datang informasi kepada rasulullah ﷺ kalau ada kafilah qurasiy, kafilah dagang yang sangat besar. Rasulullah ﷺ sudah membentuk dari perang badar ini, banyak sekali sariyyah-sariyyah untuk menyerang kafilah quraisy secara khusus.

Bukan tanpa alasan, tapi memang para kafilah quraisy ini adalah orang-orang yang bejat, terutama para petingginya. Mereka meramapas harta dan barang berharga orang-orang mekkah yang pergi hijrah ke madinah, bahkan hingga istri dan anaknya ada yang diambil.

Maka rasulullah ﷺ membentuk sariyyah tujuannya untuk membalaskan hal itu. Sering terjadi penyerangan-penyerangan tapi belum berhasil.

Tepat di hari ke 2 ramdhan datang informasi ke rasulullah ﷺ ada kafilah quraisy yang besar dari negeri syam menuju ke mekkah. Para kafilah itu juga melewati pinggir Kota Madinah.

Biasanya kafilah selalu dikawal oleh 300-500 prajurit. Uniknya kafilah ini, mereka hanya dikawal dengan 40 orang. Padahal jumlah kafilah yang ada unta-unta dan harta yang mereka bawa itu lebih dari 2500 ekor unta.

Mereka mengangap kafilah-kafilah sebelumnya selalu berhasil lolos dari sergapan pasukan Muslim. Uniknya lagi, harta kaum Muslimin yang telah terampas oleh kaum quraisy dikumpulkan di satu kafilah ini.

Jadi bisa dibilang kafilah ini adalah kafilah hartanya kaum Muslimin yang mereka rampas di Mekkah.

Allah yang maha suci telah menentukan takdirnya saat itu, menyuruh nabinya Muhammad ﷺ untuk keluar, untuk menyerang kafilah itu. Tapi jangan mengiklankan ini sebagai peperangan, tapi untuk merebut kafilah dan merebut kembali hak kaum Muslimin.

Jadi yang diiklankan rasulullah ﷺ kepada sariyyah adalah untuk mengambil kembali hak umat muslim. Rasulullah ﷺ memberikan pilihan kepada umat Muslim yang ada di Mekkah dan di Madinah untuk memilih ikut atau tidak.

Maka terkumpulah yang bersama Rasulullah ﷺ sebanyak 313 orang. Memang banyak yang tidak ikut dari ribuan jumlah masyarakat madinah karena ini adalah pilihan.

Persiapan Perang Kaum Muslimin

kisah perang badar - Bismillah
www.dream.co.id

Menurut para ulama “Allah SWT mengatur sebuah strategi atau rekayasa agar terjadi peperangan ini”. Allah menyebutkan hal tersebut dalam surah Al-Anfal ayat 5.

Sehingga akhirnya keluarlah Rasulullah ﷺ dari Madinah bersama dengan para sahabat. Waktu itu rasulullah ﷺ pun belum mendapatkan informasi akan terjadi peperangan.

Persiapan para sahabat sangat sederhana sekali, bahkan banyak sahabat yang tidak memakai baju besi yang biasanya mereka pakai dalam peperangan.

Banyak di antara mereka hanya membawa tombak, banyak juga yang hanya membawa sebilah pedang dan beberapa anak panah. Tidak seperti biasanya, di peperangan besar persiapan mereka sangat kuat, seperti membawa ratusan anak panah di setiap pemanahnya.

Persiapan Perang Kaum Quraisy

kisah perang badar - Kaum Quraisy
ganaislamika.com

3 hari sebelum terjadi peperangan ada satu keajaiban, yaitu mimpi Atikah binti Abdul Muthalib yang berhubungan dengan perang Badar. Atikah binti Abdul Muthalib adalah tante dari Rasulullah Atikah binti Abdul Muthalib, waktu itu Atika belum mauk islam.

Mimpi Atika itu membuatnya sangat menakutkan. Pada malam hari Atika bermimpi ada sesorang yang dia liat datang dari kejauhan kemudian naik ke sebuah bukit tinggi di Mekkah.

Kemudian seseoranbg itu berteriak dengan suara yang sangat keras menuju ke arah Mekkah, dan suara itu masuk kepada semua rumah penduduk Mekkah.

Suara itu berbunyi “Wahai para penghianat siap-siap lah menghadapi kematian kalian dalam 3 hari lagi”. Orang tersebut terus berteriak-teriak dalam mimpi Atika sampai dia memasuki Mekkah dan keliling Ka’bah.

Lalu orang itu mengambil sebuah batu dan ia melempakannya ke arah Mekkah. Batu itu tiba-tiba menjadi serpihan-serpihan batu yang banyak dan menimpa semua rumah di Mekkah.

Atikah lalu meceritakan mimpinya kepada saudara nya, Abbas bin Abu Muthalib yaitu paman Rasulullah ﷺ. Abbas pun sangat ketakutan, karena ini berarti akan ada peperangan. Tetapi mereka belum tau apa itu dari kaum Muslimin atau dari orang lain. Ini menandakan Mekkah akan mengalami kekalahan, kehancuran, dan lainnya.

Akhirnya Abbas pun menceritakan kepada sahabatnya yang bernama Al Walid bin Utbah, walaupun namanya Al Walid, ia tidak memiliki hubungan Khalid bin Walid. Al walid memberi saran kepada Abbas agar tidak menceritakan mimpi tadi kepada siapapun.

Al Walid lalu memberi tahukan ayahnya yaitu Utbah agar tidak memberi tahukannya pada siapapun. Kata-kata itu terus terulang dari satu mulut ke mulut lain hingga akhirnya semua penduduk Mekkah tahu.

Setelah itu kaum Quraisy mengirimkan Abu Sofyan dan mata-mata ke dekat tempat terjadinya perang badar. Setelah sampai, mereka menemukan kotaran unta yang di dalamnya terdapat biji kurma.

Mereka tahu bahwa hanya masyarakat Madinah yang memberi makan unta mereka dengan kurma. Di malam itu abu sofyan segera mengutus seseorang untuk mengirim surat ke Mekkah. Orang tersebut adalah Dam Dam bin Amr, ia adalah orang yang paling hebat dalam menyebarkan  isu.

Setelah melakukan beberapa cara, ia pun berhasil membuat kaum quraisy percaya dan bersiap untuk berperang. Mereka dibantu oleh pasukan syaitan, syaitan meyakinkan bahwa mereka akanmembantu kaum quraisy.

Maka syaitan pun berkata “Tidak ada seorang manusia pun yang menang terhadap kalian pada hari ini, dan sesungguhnya aku adalah pelindung kalian”. Maka tak kala kedua pasukan telah berhadapan, syaiton sudah melihat ternyata pasukan muslim kuat.

Lalu syaitan pun berkata “Sesungguhnya aku berlepas diri kalian. Sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kalian tidak lihat dan sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan Allah sangat keras siksaannya”.

Perjalan Kaum Muslimin Menuju Peperangan

kisah perang badar - Perjalanan kaum Muslimin
pxhere.com

Nabi ﷺ pada saat mengetahui Quraisy dengan kekuatan 1000 orang. Beliau mengetahui pasukannya hanya 313 orang, 70 ekor tunggangan, 2 ekor kuda dan 68 ekor unta.

Setiap sahabat bergantian menungganngi unta mereka, dan yang tidak memiliki tunggangan sama sekali mereka berjalanan kaki.

Sementara quaraisy memiliki 1000 orang, semuanya personil perang, terdiri dari 200 ekor kuda dan 800 pasukan unta.

Maka rasulullah ﷺ mulai bermusyawarah dengan para sahabat, Abu Bakar berdiri dan berkata “Wahai utusan allah, lanjutkan langkah anda dan kami bersama anda”. Nabi ﷺ berterimaksih kepada Abu Bakar.

Mereka lalu melanjutkan perjalan setelah mendapatkan pendapat tersebut sampai bagian utara badar. Lalu Nabi ﷺ menyuruh para sahabat untuk tinggal sejenak beristirahat.

Tanpa diketahui oleh Nabi ﷺ pasukan Quraisy tiba di selatan badar, dan kedua pasukan itu tidak mengetahui bahwa mereka sudah berdekatan.

Dengan kekuasaan Allah SWT kafilah tadi berhasil lolos tanpa mngetahui bahwa sudah ada dua pasukan yang akan saling berperang.

Ketika kaum Muslimin sdang berdiskuai, kaum Quraisy mulai merapat ke lembah Badar, menuju kaum Muslimin yang sedang berdiskusi. Lembah ini memang sejak lama diincar oleh Abu Jahal untuk dijadikan kawasan kekuasaannya.

Ketika mereka sampai di sisi lembah, Rasulullah ﷺ tampak gagah memimpin pasukan Muslim yang siap tempur di sisi yang berseberangan. Posisi mereka nyaris berhadap-hadapan di dekat mata air Badar.

Ketika itu salah seorang Sahabat, Al-Habab bin Mundzir,bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasulallah, apakah dalam memilih tempat ini, Anda menerima wahyu dari Allah swt yang tidak bisa diubah lagi? ataukah berdasarkan taktik perang?”.

Rasulullah ﷺ menjawab: “Tempat ini aku pilih berdasarkan pendapatku dan taktik peperangan.”

Setelah mendengar jawaban Rasulullah ﷺ, Al-Habab mengusulkan pendapatnya, “Ya Rasulullah jika demikian, ini bukan tempat yang tepat, ajaklah pasukan ke tempat air yang dekat dengan musuh, kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur-sumur di belakangnya, kita membuka kubangan di sana dan kita isi air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan persediaan air minum yang cukup, sedangkan musuh tidak akan memperoleh air minum.”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Pendapatmu cukup baik”. Setelah itu Rasulullah ﷺ  memberi aba-aba kepada kaum Muslimin untuk segera pindah ke tempat yang telah diusulkan oleh Habab bin Mundzir.

Ketika kaum Quraisy dengan angkuhnya maju menuju Lembah Badar, Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya seraya berdoa kepada Allah SWT, “Ya Rabbi, jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembah-Mu dengan hati yang ikhlas”.

Ketika Abu Bakar ash-Shidiq melihat wajah Rasulullah saw yang terlihat sedih, maka ia berusaha menenangkan hati junjungannya itu seraya berkata, “Ya Rasulallah, demi diriku yang ada di tangan-Nya, bergembiralah sesungguhnya Allah SWT pasti akan memenuhi janji yang telah diberikan kepadamu.”

Mulainya Peperangan

Hamzah di Perang Badar
bersamadakwah.net

Beberapa saat setelah kedua pasukan berhadapan, peperangan dibuka dengan tampilnya tiga orang Quraisy menuju medan laga, tempat yang memisahkan kaum Muslimin dengan lawan. Ini adalah adab peperang orang Arab, yaitu duel satu lawan satu dari pasukan mereka yang dipilih.

Ketika para sahabat Nabi ﷺ melihat tiga orang maju, maka tiga sahabat Nabi ﷺ, ikut mau ke depan. Para sahabat yang maju yaitu Hamzah, Abu Ubaidillah dan Ali bin abi Thalib. Tiga orang sahabat dengan membawa pedang yang bercabang yang diberi nama Zulfikar, menerima tantangan itu.

Pertarungan berlangsung sengit di antara ketiganya. Setelah pertarungan yang berlangsung cukup lama itu, ketiga Sahabat Nabi ﷺ memenangkan laga tersebut. Dengan keadaan ini semangat kaum Muslimin semakin membara. Sebaliknya, perasaan kaum Quraisy mulai digrogoti ketakutan.

Janji Allah SWT, seperti yang diinginkan oleh Abu Bakar kepada Rasulullah ﷺ, benar-benar terjadi. Dengan pasukan kecilnya serta peralatan perang seadanya mampu mengalahkan kaum Quraisy yang jumlahnya tiga kali lipat yang dilengkapi dengan peralatan perang.

Hal ini di luar nalar pikiran sehat, bagaimana mungkin pasukan kecil ini bisa menang dalam Perang Badar tanpa kehendak Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya QS. Al-Anfal [08]:9

Allah SWT menurunkan ribuan pasukan malaikat ke bumi untuk membatu kaum Muslimin dalam peperangan.

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingat lah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. ”

Umat Islam di Ujung Kekalahan

Perang Badar
www.islampos.com

Beberapa saat kemudian semua tentara membeludak ke medan laga, pertarungan antara kubu Muslimin dengan kubu Quraisy mulai berkecamuk. Dengan pakai perang yang tidak lengkap danp peralatan seadanya, kaum Muslimin merasa kewalahan.

Setelah bertarung cukup lama, kaum Muslimin hampir mendapat kekalahan.Kaum Muslimin lalu berdoa kepada Allah SWT meminta perlindungan. Dengan jiwa yang tegar dan keimanan yang kuat, mereka terus melanjutkan perjuangan jihadnya.

Keadaan Dibaliakan oleh Umat Islam

sandal bilal
muslimobsession.com

Akhirnya pada tragedi perang badar tersebut, orang-orang Quraisy terpukul mundur, meski jumlah mereka tiga kali lebih banyak. Mereka menelan kekalahan besar, oleh hegemoni tentara malaikat.

Banyak pemimpin Quraisy yang tewas, salah satunya adalah Abu Jahal sang pemimpin kaum Quraisy. Ia jatuh sebagai korban kesombongannya yang tidak terkendalikan.

Ada 70 orang yang gugur dari kaum Quraisy pada saat peperangan itu, dan sekitar 70 orang yang menjadi tawanan. Sedangkan dari pihak kaum Muslimin ada 14 orang yang gugur sebagai Shuhada.

Namun sebagaimana etika orang Muslim yang telah dibimbing langsung Rasulullah ﷺ, mereka memposisikan tawanan bagaikan tamu yang harus dihormati. Ia diberi makanan roti, sementara mereka sendiri mencukupkan dirinya dengan menyantap buah kurma. Kaum Muslimin dilarang untuk menyiksa tawanan.

Mereka diperlakukan layaknya bukan tawanan, walaupun dalam kondisi menjadi tawanan. Inilah yang selalu dijunjung tinggi oleh Rasulullah ﷺ. Sebagaimana tujuan Ia diutus, yakni untuk menyempurnakan etika mulia.

Perang Salib Versi Islam

Kali ini saya akan membahas tentang Perang Salib, tapi versi Islam. Apa itu perang salib? Kapan kejadiannya? Siapa pelakunya? Apa alasan di balik perang...
Purnama Biru
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.