Khalid Al – Walid “Pedang Allah yang Terhunus”

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Biru. Selamat pagi, siang, sore, malam, dimanapun Sahabat Biru berada semoga dalam keadaan sehat selalu. mungkin sebagian besar dari Sahabat Biru yang muslim sudah mengetahui siapa sosok Khalid bin Walid.

Beliau adalah seseorang yang ahli dalam berperang, beliau cerdas dalam membuat strategi perang. Bahkan, bisa dibilang beliau belum pernah mengalamai kekalahan dalam peperangan.

Di sini saya akan mencerikan kisah perjalanan Khalid bin Walid, mulai dari beliau belum masuk islam hingga memilki julukan “Pedang Allah yang Terhunus”.

Kelahiran Khalid bin Walid

khalid bin walid - Kelahiran Khalid bin Walid
pedomanbengkulu.com

Khalid bin Walid terlahir ke dunia ini pada 17 tahun sebelum masa pembangunan islam. Beliau adalah keturunan dari kaum Banu Makhzum, yaitu salah satu kaum yang bercabang dari kaum Quraisy. Sebuah suku besar masyarakat Quraisy yang mempunyai tugas mengurusi peperangan di Mekkah.

Ayah Khalid adalah seorang saudagar nan kaya raya di Mekkah. Maka semua kehebatan dari fasilitas yang dimiliki keluarganya begitu menunjang Khalid yang sejak awal, menaruh minat besar pada dunia peperangan.

Khalid begitu rajin dalam melatih ketangkasannya dalam berkuda dan memainkan senjata. Tak hanya itu, ketika musim dagang ke negeri Syam tiba, Khalid tak pernah absen untuk ikut pergi bersama kafilah dagang Mekkah.

Bukan untuk berdagang sebagaimana orang Quraisy lainnya, di sana ia justru memanfaatkan kesempatan untuk belajar strategi perang pada romawi. Ini lah yang membuat Khalid begitu mahir dalam bidang peperangan dan persenjataan.

Saat Nabi Muhammad ﷺ diutus di mekkah untuk menjadi Nabi yang terakhir, tak serta merta mendapat sambutan baik dari masyarakatnya. Masyarakat Quraisy justru menjadi nomor 1 menjadi penentang terhadap dakwah Rasulullah ﷺ.

Bani makhzum menjadi salah satu penentang yang paling keras. Dari Bani Makhzum muncul nama-nama pembangkang utama rasulullah ﷺ, seperti Abu Jahal dan Al Walid bin Mukhirah. Khalid bin Walid adalah salah satu penentang tersebut.

Khalid bin Walid tak mau menerima islam sama seperti keluarganya. namun karena usianya yang masih muda, ia jarang terlibat dalam renca aksi-aksi yang dilakukan para petinggi Quraisy.

Khalid bersama anak2 petinggi Quraisy lainnya hanya ikut menjalankan perintah yang diberikan ayah mereka.

Masa Kelam Khalid Bin Walid

khalid bin walid - Masa Kelam Khalid Bin Walid
www.dream.co.id

Kegeramaran Khalid akan peperangan mulai tersalurkan saat pertempuran pertama antara kaum quraisy dan kaum muslimin. Di perang badar di tahun2 hijriah ia terjun sebagai pasukan yang melawan kaum muslmin meski saat iut quraisy berhasil dikalhkan.

Keahlian Khalid dalam berperang mulai terlihat di tahun selanjutnya saat kaum quraisy bertemu dengan kaum muslimin untuk membalas dendam di bukit uhud.

Khalid Bin Walid Masuk Agama Islam

khalid bin walid - Khalid masuk islam
upload.wikimedia.org

Sejak perang uhud kehebatan Khalid mulai diakui, pribadi Khalid bin Walid juga mulai mendapatkan perhatian dari Rasulullah ﷺ. Hal ini terlihat saat Umrah Qada tahun 7 Hijriah.

Rasulullah ﷺ memeberikan komentar kepada saudara Khalid yang sudah memeluk islam terlebih dahulu. Hingga setelah itu tercatat Khalid sering bertukar kabar dengan saudaranya. Inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab masuk islamnya Khalid.

Maka tahun selanjutnya tepat di bulan Saffar tahun 8 Hijraiah, Khalid tak lagi mampu menampung hidayah yang mengetuk jiwanya. Seorang diri ia berangkat ke Madinah untuk bersyahadat langsung dihadapaan Rasulullah ﷺ.

Di tengah perjalanan ia bertemu sahabatnya Ammar bin Ash yang juga ingin memeluk islam. Maka Madinah begitu bergembira menyambut keislaman sang buah hati kota Mekkah.

Menyadari ketertinggalannya menerima hidayah, Khalid tak mau tertinggal oleh para sahabat lain dalam meraih pahala dan Ridha Allah SWT. Maka tak ada jalan bagi Khalid selain menyumbangkan keahlian yang paling ia kuasai untuk membela agama Allah, yaitu berperang.

Perang Pertama Khalid di Jalan Allah SWT

khalid bin walid - Perang Pertama Khalid di Jalan Allah SWT
oasemuslim.com

2 bulan setelah ke islaman Khalid, Rasulullah ﷺ mengirimkan pasukan ke wilayah Mekkah untuk memerangi Romawi. Tak tanggung-tanggung bahkan Rasulullah ﷺ menunjuk 3 panglima.

Inilah peperangan terbesar kaum muslimin yang terjadi di masa Rasulullah ﷺ. Khalid bin Walid tak mau melewatkan perangnya. Bersama 3 ribu pasukan muslim ia membulatkan tekadnya untuk berjihad.

Mendekati lokasi perang kaum muslimin baru mendapat informasi, mereka akan menghadapi pasukan yang berjumlah 200 ribu orang. Perang yang tidak berimbang ini kaum muslimin berjuang tak memperdulikan jiwa raganya.

Satu persatu panglima perang muslimin menemui syahidnya. Pasukan muslimin hampir saja menemui kekalahan. Sampai akhirnya, bendera perang diserahkan pada Khalid. Maka di malam hari Khalid berfikir keras untuk menyelamatkan kaum muslimin.

Akhirnya Khalid berhasil mengelabui musuh yang beranggapan kaum muslimin mendapat pasukan tambahan.

Khalid menukar posisi pasukan kaum muslimin, yang tadinya di sebelah kanan ia pindahkan ke kiri begitu juga seballiknya. Lalu ia memindahkan pasukan yang di depan agar pindah ke belakang begitu juga sebaliknya.

Ia bahkan menukar warna bendera pasukan yang berada di depan. Setelah itu Khalid menyuruh pasukan membuat kegaduhan sehingga pasir berterbangan menutupi pemandangan pasukan muslim.

Di esok hari, ketika pasukan Romawi yang masih tetap di posisinya melihat pasukan muslim, mereka sangat terkejut. Mereka melihat wajah yang baru, warna bendera yang baru, kemudian mereka mendengar ada pasukan yang gaduh seperti bantuan yang datang.

Mereka berfikir bahwa “Apakah ini yang berhadapan dengan kita adalah pasukan baru?” padahal hanya posisinya saja yang ditukar oleh kahlid.

Itulah hari yang sungguh luar biasa, ketika romawi tidak berani mengejar kaum muslim sedangkan kaum muslimin mundur ke belakang. Akhirnya Khalid dipuji oleh Rasulullah  ﷺ karena tindakannya itu.

Kehebatan Khalid di Perang Muktah telah diketahui oleh masyarakat Madinah melalui wahyu yang sampai pada Rasulullah ﷺ.

Kaum muslimin begitu begembira menyambut kedatangan Khalid sekembalinya dari Muktah, sejak itu Khalid dikenal sebagai “Pedang Allah yang Terhunus”.

Pedang Allah yang Terhunus

pedang allah yang terhunus
chirpstory.com

Khalid terus mengukir namanya di momen-momen jihad. Pada peristiwa Fathum Mekkah, khalid dipercaya membawa salah satu pasukan yang masuk ke pintu Mekkah.

Meski sempat berhadapan dengan sahabatnya yang berada di pihak Quraisy, Khalid tetap konsisten memerangi kemusyrikan yang ada di Mekkah. Sampai akhirnya kaum muslimin berhasil mengembalikan Kota Mekkah menjadi kota yang suci.

Di masa Khalifah Abu Bakar, Khalid dengan mudah menumpas gerakan nabi palsu yang diusung Thulaihah Al Asadi Umira. Ia juga berhasil mengalahkan nabi palsu lainnya, Musailamah Al Kadzab di Yaman.

Saat Khalifah Abu Bakar memintanya menaklukan kota-kota kecil di sekitar Persia ia lakukan dengan mudah. Demikian pula saat Khalifah memintanya untuk membantu kaum muslimin menaklukan peperangan di Negeri Syam.

Nama Khalid semakin dielu-elukan kaum muslimin, kepercayaan diri kaum muslimin selalu meningkat saat peperangan dipimpin Khalid.

Melihat kondisi ini Khalifah Umar Bin Khattab justru memiliki pertimbangan lain. Di perang Yarmuk Umar mencopot jabatan Khalid sebagai panglima perang. Bukan karena hal buruk khalid, melainkan karena Umar tidak ingin kaum muslimin terlampau memuja Khalid hingga melupakan allah swt.

Di bawah kepemimpinan panglima yang baru Khalid tetap memimpin pasukan muslimin. Dengan kecerdasannya ia atur strategi perang hingga pasukan muslimin berhasil menjatuhkan Imperium Romawi.

Akhir Dari Sang Pedang Allah yang Terhunus

 

Paska

Akhir Dari Sang Pedang Allah yang Terhunus
www.islampos.com

penaklukan Negeri Syam, Khalid memilih tinggal di Hams, Suriah, tanpa memiliki jabatan apapun, meski ia telah berjasa terhadap kebesaran islam. Ini menjadi  bukti pertobatan Khalid yang tidak mengaharapkan apapun selain Ridha Allah SWT.

Perang demi perang yang dilakukan Khalid ternyata tak satupun yang mampu mempertemukan dirinya dengan ajal. Ia begitu sedih karena tak satupun momen jihadnya syahid. Tahun 21 Hijriah, Khalid menghembuskan nafasnya yang terakhir di  pembaringan.

Khalid bin Walid sang putra saudagar nan kaya raya wafat tanpa meninggalkan apapun, selalin senjata, kuda, dan pembantu yang diwakafkan untuk kepentingan islam.

Khalifah Umar dan kaum muslimin tersedih , terutama para wanita dari Banu Makzum. Khalifah umar membiarkan setiap air mata kesedihan yang jatuh karena kehilangan Khalid, sebab Khalid bin Walid Sang Pedang Allah yang Terhunus teramat sangat layak untuk ditangisi kepergiannya. Rahimahullah Khalid bin Walid.

Perang Salib Versi Islam

Kali ini saya akan membahas tentang Perang Salib, tapi versi Islam. Apa itu perang salib? Kapan kejadiannya? Siapa pelakunya? Apa alasan di balik perang...
Purnama Biru
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.