Ketika Tahta Dan Harta Menguasai Manusia

Ketika Tahta Dan Harta Menguasai Manusia

Mata sudah mulai memanas, pandanganpun sudah berkabut, tak terasa sudah seharian, saya menghabiskan waktu di depan komputer. yah inilah pekerjaan saya yang baru, setelah 6 bulan resign dari pekerjaan yang lama. Saya keterima bekerja jadi admin internet marketing, Ini hari pertama ku kerja dengan suasana baru, lingkungan baru dan orang baru, setelah melewati banyak proses interview yang panjang dan rumit, alhmdulillah saya keterima.

Sebelum awal kerja saya diminta datang ke lokasi, alamat sudah ada, tinggal berangkat cek lokasi. Sebenarnya saya tidak tau alamat persisnya dimana, hanya bisa mengandalkan google map. Suara hand phone terdengar nyaring, ” Holla, Assalamu’alaikum, siapa ..? ada yang bisa saya bantu” terlontar suara dalam bibirku, sambil mengerutkan kening, dan berfikir telphon dari siapa,..?. kembali terdengar suara,” Wa’alaikumsalamussalam, saya HRD perusahaan”, jawabnya dengan sopan.

Dan hasil dari percakapan lewat telpon, saya diminta datang ke kantor hari ini, jam 9 harus ada di kantor. Sedangkan sekarang sudah jam 8 lebih 10 menit, spertinya saya telat beberapa menit, mungkin bisa on time , tapi saya harus membawa motor, dengan kecepatan 80/jam, pokoknya jangan sampai terlamabat.

Google map terus menunjukakan arah, suatu ketika di seberang jalan, ada ibu-ibu yang mau nyebrang, chiiiieeettts..!! terdengar bunyi rem motor. Masya Allah, saya tidak melihat ada orang nyebrang, teriakan orang-orang terngiang di kuping,” Woii Mbak pelan-pelan dong…!!! kalau mengendarai motor”. saya menjawab dengan lirih dan penuh dengan ketakutan,” maaf saya salah, saya terlalu kencang mengendarai motor”.

Alhamdulillah.., tidak sampai tertabrak, saya lanjut perjalanan mencari kantor tempat kerja baru. Wajar tidak tau lokasinya, sebab saya interviewnya lewat telpon, saya tanya ke orang dengan menunjukkan alamat, katanya sudah dekat, mulai mencari dari perumahan ke perumahan yang lain.

Kantor Dibalik Rumput Ilalang

 

istana tak berpenghuni, istana di penuhi rumput ilalang, rumput ilalang di istana tak perpenghuni menjulang tinggi
detikNews

Semilir angin yang sejuk, membawaku ke suatu rumah yang kotor, dan banyak ditumbuhi rumput liar (ilalang), sepertinya rumah ini lama tak berpenghuni. Tapi alamatnya menunjukkan kerumah tersebut, “apakah benar ini kantornya”, gumamku dalam hati.

Apa salahnya mencoba, saya ketuk pintu tiga kali, dengan mengucap salam. “Assalamu’alaikum” sebanyak tiga kali, setelah beberapa menit kemudian. Terdengar suara, “Wa’alaikumussalam, silahkan masuk mbak”, dengan wajah tersenyum berseri seri. Saya masuk dengan sedikit bertanya- tanya dalam hati.

Jangan-Jangan ini penipuan, mulai berpikiran negatif. Padahal disebutkan dalam hadist.

Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.

Seketika itu saya mengubah pola pikir, dengan membiasakan diri, untuk berfikir positif atau khusnuzhon, terhadap apa yang telah terjadi. Ditanyalah saya, tentang keluarga, hobi, pendidikan dan lain sebagainya. Ya seperti yang ditanyakan pada saat interview di telpon kemarin, saya jawab apa adanya.

Rumah yang kumu, dan sampah yang berkeliaran seakan-akan, memintaku untuk membersihkannya. Beliau berkata,”kamu bisa mulai kerja hari ini”. “Apaa….!!!” dengan teriak spontan dan kaget terdengar perkataan tersebut.

Tak perlu banyak omong, saya di beri lembaran jobdesk, setalah saya pelajari dari A sampai Z, dan saya tela’ah satu persatu. Ternyata jobdesk hari ini tidak ada di kertas, ternyata jobdesk pertama saya hari ini adalah membersihkan rumah (kantor), merasa aneh sih.

Keterima jadi admin internet marketing. Tapi kok disuruh bersih-bersih, eeemmm…..!!! mungkin HRDnya ngetes kesabaran kali ya, pokoknya harus berfikir positif thinking, kalau melakukan sesuatu hal, harus didasari dengan ihklas dan sabar.

Dijelaskan dalam QS, Ali Imron : 200

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah siap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah yang mendukung kalian beruntung.”

Pekerjaan pertama saya hari ini sudah rampung alias beres, tinggal intruksi selanjutnya. Hari- hari berikutnya, persis seperti yang ada di jobdesk. Sudah dua minggu berlalu, saya merasa mulai menikmati, dan suka dengan pekerjaan tersebut.

Ada Maksud Tertentu

 

ada udang dibalik batu, ada maksud dan tujuan tertentu yang di inginkan dibalik semuanya
BY : iStock

Sudah 1 bulan saya bekerja, disinilah semua nampak jelas sifat dan karakternya, mulai merasa asing dalam bekerja. Ada seorang atasan agak sedikit kurang sopan terhadap karyawannya, banyak karyawan wanita dirayunya.

Pandangan sudah gelap gulita, jari jemari sudah mulai lelah, fikiranpun sudah kosong tidak bisa menuangkan ide. Namun waktu terus mengejar berlarian, pekerjaan harus selesai hari ini, dengan berat hati saya harus menginap di kantor.

Terasa ada suara pintu terbuka, ada rasa takut dalam diri, secara pada saat itu, saya lagi sendirian di kantor, Oh.. ternyata bapak HRD, yang mau mengambil berkas-berkasnya, “lagi lembur pk”. Tanya saya dengan lantang. “ndak saya hanya mengambil berkas, kamu kok belum pulang”, jawab bapaknya sambil bertanya balik.

Ada rayuan para kursi-kursi tinggi, kebaikan yang berujung maksud tertentu. Setiap hari saya berinteraksi dengan salah satu rekan kerja. Jabatannya masih di atas saya. Tatapan tajam yang tak biasa, disitu saya mulai was-was, terkadang terdengar lontaran-lontaran rayuan manisnya, tidak saya hiraukan, terkadang saya anggap itu sebuah angin lewat.

Padahal sudah punya istri, entalah saya heran sama orang-orang zaman sekarang, kalau suda punya kekuasan, harta berlimpah, kelakuannya semakin sewenang-wenang. Setiap hari pasti ada lontaran-lontaran kata manis yang terdengar.

Rayuanpun semakin menjadi-jadi, dari mulai tawaran dibelikan rumah mewah, sampai-sampai uang puluhan juta. Dan itu bukan hanya saya saja, rekan-rekan kerjapun juga diperlakukan seperti itu, bahkan sudah ada korbannya dan dia resign.

Memang kalau sudah kemakan rayuan, apapun jadi taruhannya, bisa-bisa harga diri dan kehormatan, kalau iman sudah terkikis, matak tak lagi bisa melihat yang benar, kelakuan selalu dalam kekhilafan.

Hidup Adalah Pilihan

 

hidup adalah pilihan, pilihlah jalan hidupmu yang bisa mendekatkan dirimu ke pada allah
steemit.com

Sudah tak merasa nyaman lagi, aku tak suka dengan suasana ini, kerja dikejar waktu dan selalu merasa was-was. Ya Allah saya harus bagaimana, rasanya saya ingin mundur dari pekerjaan. Tapi kalau saya risegn saya dapat uang dari mana, benar-benar membingungkan.

Hari ini ada jadwal rapat sama orang tersebut, dan rapatnya hanya empat mata, saya tak tau apa yang akan dibahasnya. Saya merasa ketakutan, sudah saya persiapkan berkas, saya masuk ruangannya, Tak sengaja saya melihat rekan kerjaku diperlakukan tak senonoh. saya kaget dan langsung keluar dari ruangan itu tanpa sepengetahuannya.

Seluruh badanku gemetar, seperti orang lumpuh, keriangat bercucuran. Saya batalkan rapatnya dengan alasan sakit, dan dia menyuruh pulang untuk istirahat. Selama 1 minggu lamanya saya tidak masuk kerja, saya enggan untuk masuk kerja, saya masih terbayang dengan kejadian tersebut.

Saya harus mengambil keputusan, hidup adalah pilihan, memilih antara lanjut kerja dan risegn. saya suka dengan jobdesk kerjanya, tapi saya tidak suka dengan lingkungannya. Apalagi semenjak ada kejadian tersebut, dan itu hanya saya yang tau.

Setelah saya pertimbangkan dengan matang, saya mengambil keputusan untuk risegn, iya hanya itu yang terbaik. Kalaupun saya lanjut kerja, saya takut imanku terkikis, takut terlena akan duniawi.

Surat pengunduran diri sudah saya kirim, dengan alasan saya sudah tidak mampu untuk bekerja lagi. Dan banyak alasan-lasan yang saya jelaskan melalui surat tersebut, pengunduran kerja saya disetujui. Hari ini dan seterusnya saya sudah bukan karyawan lagi, Alhamdulillah legah rasanya.

Sudah 2 bulan berlalu, saya mendengar kabar dari rekan kerja dulu, bahwa orang yang biasanya, ngerayu para wanita dikantor, sudah dipecat dan ditutut sama direktur perusahaan. Sepintar-pintarnya tupai melompat, pasti jatuh juga, serapat-rapatnya bangakai di sembunyikan, pasti kecium juga baunya.

Pesan yang dapat di petik dari cerita di atas yaitu, ” Jangan kau silau dengan kilauan harta dan tahta”. Terimakasih semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Jangan silau dengan harta, tahta dan wanita
By : insta.orenya.com

 

 

 

 

Leave a Comment