11 Hewan Ovipar dan Penjelasannya

11 Hewan Ovipar dan Penjelasannya

Hewan Ovipar – Hallo sahabat Matakaca.com sebagai penggemar biologi, dan pengamat alam pastinya telinga kita tidak asing lagi dengan kata “Hewan Ovipar” Kali ini kita akan berbagi informasi yang belum kalian ketahui tentang 11 hewan ovipar.

Pengertian Hewan Ovipar

Ovipar merupakan cara perkembangbiakan hewan yang dilakukan dengan cara bertelur. Ovipar yang berasal dari kata ovum yang mempunyai arti sebagai telur. sang induk akan mengerami ketika selesai bertelur, untuk masa atau waktu pengeraman kurang lebih membutuhkan waktu selama 21 hari atau 3 minggu. Induk akan mengerami telur tersebut hingga menetas dan menghasilkan spesies baru yang sejenis dengan induknya.

Bisa juga dikatakan dengan perkembangan embrionya terjadi didalam telur. Di dalam telur hewan masih berupa embrio mendapat asupan makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur.

Ciri-ciri Hewan Ovipar

  • Tidak memiliki kelenjar susu.
  • Induk tidak menyusui anaknya.
  • Biasanya bukan keluarga hewan mamalia.
  • Tidak mempunyai daun telinga.
  • Biasanya termasuk keluarga hewan unggas.
  • Induk mengerami telur hingga menetas.
  • Telur berada di luar tubuh induknya.

Macam-macam Hewan Ovipar dan Penjelasannya

Setelah kita mengetahui pengertian dan ciri-ciri hewan ovipar, selanjutnya kita akan mengumpas satu persatu contoh hewan ovipar secara detail. Berikut adalah contoh hewan ovipar :

1. Ikan

By : news.kkp.go.id

Ikan merupakan hewan yang berhabitat di dalam air, baik air tawar maupun air laut. Ikan berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar), mereka termasuk dalam golongan vertebrata poikilotermik atau hewan berdarah dingin. Ikan memiliki alat pernafasan yang berupa insang, maka dari itu habitat utama ikan adalah di dalam air.

Ikan termasuk hewan vertebrata yang mempunyai banyak jenis spesies, dengan jumlah kurang lebih 27.000 spesies. Ikan memiliki beberapa ukuran tubuh, dari yang terkecil hingga yang terbesar. Ada hewan air lain yang dianggap sebagai golongan ikan, seperti cumi, ikan duyung dan ikan paus.

2. Burung Puyuh

By : news.kkp.go.id

Burung puyuh adalah hewan yang termasuk dalam keluarga hewan ovipar, hewan ini sejenis burung tapi habitatnya berada di darat, burung puyuh membuat sarang dan mencari makanan di darat. Burung puyuh memiliki bentuk tubuh kecil seperti anak ayam, burung puyuh adalah hewan unggas dengan yang kecil namun memiliki perut yang gemuk.

Makanan utama burung puyuh merupakan sejenis tumbuhan dan biji-bijan. Dilihat dari segi paruh, burung puyuh bukan hanya memakan biji-bijian melainkan beberapa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya. Karena paruh burung puyuh cocok untuk hewan pemakan biji-bijian.

3. Kupu-kupu

By : seputarsemarang.com

Hewan ovipar yang lainnya yaitu Kupu-kupu, jenis hewan insekta yang berkembang biak dengan cara bertelur. Kupu-kupu memiliki ciri khas dan unuik pada sayapnya yang mempunyai banyak berwarna. Kupu-kupu memakan nektar bunga untuk bertahan hidup, nektar sebagai sumber energi utama untuk kelangsungan hidupnya.

Kupu-kupu memiliki 4 fase yaitu fase dalam telur, fase larva atau bisa disebut ulat, fase kepompong dan terakhir fase kupu-kupu. Dalam fase larva atau ulat, hewan ini memakan dedaunan dan tumbuhan, setelah itu ulat akan menjadi kepompong, dalam hitungan hari kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Fase-fase tersebut dinamakan sebagai metamorfosis, Perlu diketahui bahwa tahap metamorfosis pada kupu-kupu membutuhkan waktu sekitar 10-15 hari.

4. Ayam

By : www.inspiradata.com

Ayam merupakan hewan ovipar yang sering kita jumpai di sepanjang daerah baik di perkotaan maupun di kampung, ayam adalah salah satu unggas yang gemar di pelihara oleh sebagian masyarakat, baik untuk sekedar hobi maupun untuk bisnis peternakan. Terdapat banyak jenis ayam yang biasanya dipelihara oleh masyarakat untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya jenis ayam kampung yang sering digemari oleh banyak orang. Jenis ayam ini dimanfaatkan dari segi dagingnya atau pun telurnya untuk dikonsumsi dan di budidaya.

Dalam proses pembuahan ayam berlangsung dalam tubuh betina. Telur yang dihasilkan oleh masing-masing jenis ayam juga berbeda tergantung dari usia ayam tersebut, semakin tua ayam tersebut biasanya reproduksi telurnya semakin banyak. Setelah ayam betina bertelur, ayam membutuhkan sekitar 21 hari untuk mengeraminya agar menetas dan menghasilkan keturunan yang baru.

5. Angsa

By : www.dictio.id

Hewan yang satu ini sejenis burung air yang mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari jenis burung air pada umumnya, hewan tersebut adalah angsa. Angsa berkembang biak dengan cara ovipar yaitu dengan cara bertelur. Angsa memiliki Ciri khas leher yang cukup panjang. Proses reproduksi pada angsa sama seperti reproduksi yang terjadi pada ayam, yaitu berada dalam angsa betina.

Angsa menghasilkan telur beragam jumlahnya, pada umumnya angsa menghasilkan Telur sebanyak 3-8 butir telur. Saat pengeraman telur angsa sampai menetas memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pengeraman pada ayam, yaitu sekitar 29-30 hari. Dan pengeraman telur angsa 4-6 yang bisa menetas.

6. Katak

By : beritagar.id

Katak adalah hewan yang berhabitat di dua alam yaitu, air dan darat (amfibi), hewan ini berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Ciri khas pada katak yaitu mempunyai tubuh yang sangat berlendir dan lidahnya yang cukup panjang meskipun terlihat pendek. Untuk siklus hidupnya, katak akan menghasilkan telur yang sangat banyak dalam sekali pembuahan, sang induk betina akan menjaga telur-telurnya selama kurang lebih 12 minggu sampai telur tersebut berubah sempurna menjadi katak dewasa.

7. Penyu

By : www.kjpl.or.id

Kura-kura seperti hewan reptil lainnya yaitu berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar), kura-kura mempunyai telur yang sedikit lembut dan berkulit. Dalam penetasan telur, suhu dapat mempengaruhi jenis kura-kura jantan atau betina. Suhu yang rendah akan mempengaruhi, sehingga jenis kura-kurang yang menetas merupakan kura-kura jantan, sedangkan suhu yang tinggi mengahasilkan kura-kura berjenis betina.

Kura-kura akan menginkubasi telurnya dalam jumlah yang banyak di dalam lumpur dan pasir. Waktu yang di perlukan sampai telur menetas kurang lebih sekitar 70-120 hari. Bayi kura-kura baru menetas akan naik ke permukaan tanah dan menuju ke laut.

8. Cicak

By : hewanpedia.com

Cicak merupakan salah satu contoh hewan ovipar, hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Cicak adalah hewan yang memiliki banyak spesies, yaitu kurang lebih sekitar 2000 spesies yang berbeda dan tersebar di seluruh dunia. Cicak akan menghasilkan sekitar 4-10 butir telur dalam sekali pembuahan. Banyaknya telur yang dihasilkan tergantung pada usia dan jenis cicak tersebut. Pada umumnya cicak akan menyembunyikan telurnya di tempat-tempat yang tidak terlihat dari predator. Ukuran dari telur cicak cukup kecil dan berwarna putih. Lama waktu telur cicak menetas yaitu sekitar 30-80 hari.

9. Tokek

By : alampedia.blogspot.com

Salah satu hewan reptil versi kecil yang masih sebangsa dengan cicak disebut tokek. Populasi tokek hampir puna, karena banyaknya  orang-orang pencari tokek yang dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai obat. Namun ada sebagian orang yang membudidayakan demi kelangsungan hidup tokek agar tidak puna.

Tokek merupakan hewan yang berkembang biak dengan cara ovipar. Banyaknya telur yang dihasilkan oleh tokek betina sekitar 2-4 butir telur dalam sekali pembuahan. Tokek mengerami telurnya selama 90-120 hari. Tapi jangka waktu tersebut bisa mundur hingga 200 hari tergantung dari suhu ruangan dan tempat yang digunakan oleh tokek dalam menyimpan telurnya.

10. Capung

By : alampedia.blogspot.com

Contoh hewan ovipar selanjutnya adalah dari capung. Capung adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, proses reproduksinya berawal dari telur hingga capung dewasa memerlukan waktu yang sangat lama. Mereka setidaknya memerlukan waktu 4-6 minggu untuk mendapatkan keturunan baru. Tahapan capung adalah telur, nifma dan capung dewasa.

Capung betina akan meletakkan telurnya  di ranting tanaman yang berada di dalam air, tapi ada beberapa jenis capung yang meletakkannya langsung di dalam air. Lamanya waktu yang dibutuhkan telur capung menetas yaitu 1-2 minggu, telur akan menetas dan menghasilkan larva capung atau nimfa. Dan nimfa akan terus berkembang menjadi capung dewasa dalam jangka waktu 6 minggu. Capung dewasa dapat bertahan hidup sekitar 4-6 bulan, selanjutnya mereka akan mati dengan sendirinya.

11. Nyamuk

By : hellosehat.com

Nyamuk merupakan hewan yang dapat mengganggu bahkan sering menyebabkan seseorang terjangkit penyakit. Banyak penyebab malaria dan plasmodium malaria di lingkungan sekitar kita, Penyebab utamanya adalah nyamuk. Nyamuk jenis tersebut hanya akan menggigit salah satu bagian tubuh manusia dan nantinya akan meninggalkan sporozit ke dalam jaringan darah pada manusia sehingga nantinya akan menyebabkan orang tersebut terjangkit penyakit.

Nyamuk hewan yang termasuk dalam golongan hewan ovipar yaitu hewan yang berkembang biak dengan bertelur, dalam proses perkembangbiakan nyamuk melalui 4 fase, seperti halnya kupu-kupu. Tetapi ada sedikit perbedaan diantaranya yaitu habitat saat fase sebelum menjadi dewasa, kalau nyamuk fase 1-3 habitatnya di air, tapi kebalikannya dengan kupu-kupu.

Itulah beberapa informasi dari “11 Hewan Ovipar” yang berhasil dirangkum pada kesempatan kali ini. Terimakasih telah mengunjungi Matakaca.com ( Singgah di sudut pandang mata dunia ), semoga dapat bermanfaat. Jika ada saran dan lain-lain silahkan komen ya….. Biar bisa sharing bareng. Wassalamu’alaikum.

Leave a Comment