Ciri-ciri Reaksi Kimia, Jenis dan Contohnya

2 min read

Ciri-ciri Reaksi Kimia, Jenis dan Contohnya

Reaksi kimia sangat penting dalam berbagai peristiwa yang terjadi di alam. Reaksi kimia seringkali dijumpai di alam, seperti hujan asam dan fotosintesis.

Seperti yang dikutip dari Kimia Dasar terbitan Itenas Bandung, laju reaksi kimia merupakan proses terjadinya suatu reaktan (zat asal) menjadi produk (zat baru).

Pada persamaan reaksi kimia, reaktan ditulis di sebelah kiri dan produk di sebelah kanan. Kedua sisi digabung oleh tanda sama dengan atau panah. Contohnya:

Ciri-Ciri Reaksi Kimia

1. Menghasilkan Endapan

Banyak zat yang ketika direaksikan akan menimbulkan endapan. Endapan ini berupa koloid atau kristal yang bisa dipisahkan dengan cara sentrifugasi maupun dengan penyaringan biasa.

Endapan ini terjadi jika larutan terlalu jenuh dengan zat terlarutnya.

2. Menghasilkan Gas

Saat kamu melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi ke dalam air, maka akan muncul gas dan isinya akan terlihat menggelembung.

Peristiwa tersebut merupakan contoh reaksi kimia yang dapat menghasilkan gas. Selain itu, kamu juga melakukannya saat membuka kaleng minuman berkarbonasi.

3. Perubahan Suhu

Reaksi persamaan kimia yang menghasilkan perubahan suhu dibagi menjadi dua jenis, yaitu eksoterm dan endoterm.

Eksoterm adalah prosesnya melepaskan kalor sehingga menyebabkan peningkatan suhu. Perpindahan kalornya terjadi dari sistem ke lingkungan.

Sedangkan untuk endoterm, reaksi yang pada prosesnya menyerap panas. Jadi, hal itu menyebabkan penurunan suhu. Perpindahan kalornya terjadi dari sistem ke lingkungan.

4. Perubahan Warna

Reaksi kimia dapat terjadi apabila ada perubahan warna. Misalnya, pembakaran tembaga karbonat yang awalnya berwarna hijau menjadi tembaga oksida dan karbon dioksida yang berwarna hitam.

5. Emisi Cahaya

Ada banyak reaksi yang menghasilkan cahaya salah satu contoh yang sering kamu saksikan ketika membengkokan ‘lightstick. Ketika lightstick dibengkokkan akan memulai reaksi antara hidrogen peroksida dan ester fenil oksalat yang menghasilkan emisi cahaya.

Jenis-jenis Reaksi Kimia

Reaksi kimia digolongkan menjadi dua, yaitu reaksi kimia organik dan anorganik. Namun, artikel ini akan membahas reaksi kimia anorganik, yaitu:

  • Reaksi Pembentukan

Reaksi pembentukan adalah reaksi dari beberapa atom yang menjadi produk baru. Contohnya, air yang terbentuk dari hidrogen dan oksigen.

  • Reaksi Penguraian

Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. Reaksi ini dapat terjadi karena adanya energi dari luar, seperti energi panas dan listrik.

Pada reaksi penguraian, senyawa yang mengalami reaksi kimia akan menghasilkan produk berupa unsur atau senyawa yang lebih sederhana.

  • Reaksi Pengendapan

Karakteristik dari reaksi pengendapan adalah adanya endapan pada produk yang dihasilkan dari reaksi kimia tersebut. Reaksi ini terjadi karena antara zat terlarut dan pelarutnya terlalu jenuh.

  • Reaksi Pertukaran

Reaksi pertukaran merupakan reaksi yang menyebabkan pertukaran antar anion maupun antar kation.

  • Reaksi Netralisasi

Reaksi netralisasi bertujuan untuk menetralkan asam dan basa yang nantinya akan menghasilkan produk, yaitu air.

  • Reaksi Pembakaran

Reaksi pembakaran adalah reaksi yang selalu melibatkan senyawa oksigen.

Contohnya, pembakaran senyawa karbon yang melibatkan oksigen dalam prosesnya akan menghasilkan produk karbondioksida dan uap air.

  • Reaksi Oksidasi dan Reduksi

Reaksi oksidasi adalah reaksi yang menyebabkan kenaikan bilangan oksidasi karena pada prosesnya atom akan melepaskan elektron.

Sementara itu, reaksi reduksi adalah perubahan atom yang menangkap elektron.

Contoh Reaksi Kimia

Supaya lebih mudah dalam memahami apa itu reaksi kimia, maka kamu perlu mengetahui beberapa contohnya. Berikut adalah beberapa contoh reaksi kimiawi yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari:

1. Reaksi Kimia Fotosintesis

Tumbuhan juga mengalami reaksi kimia yang disebut fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen. Reaksi kimia fotosintesis merupakan salah satu reaksi kimia sehari-hari yang paling umum karena inilah cara tumbuhan menghasilkan makanan untuk mereka sendiri serta mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.

2. Reaksi Kimia Pembakaran

Contoh reaksi kimia yang sering kita temukan selanjutnya adalah pembakaran. Ketika kamu menyalakan korek api, menyalakan kompor, atau menyalakan panggangan, kamu akan melihat reaksi kimia yaitu pembakaran.

Pembakaran menggabungkan dua molekul yaitu molekul energi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida dan air.

3. Pencernaan Makanan

Ribuan reaksi kimia terjadi selama proses pencernaan makanan. Ketika kamu memasukan makanan ke dalam mulut, enzim di air liur mulai memecah gula dan karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana untuk diserap oleh tubuh.

4. Reaksi Sabun dan Deterjen

Sabun dan deterjen membersihkan badan atau pakaian melalui reaksi kimia. Sabun mengemulsi kotoran yang menempel sehingga bisa dibersihkan dengan air.

5. Memasak

Dalam memasak, tentunya kita menggunakan panas untuk merubah senyawa di dalam makanan. Contohnya ketika kamu merebus telur, hidrogen sulfida yang dihasilkan dari memanaskan putih telur akan bereaksi dengan zat besi yang terdapat dalam kuning telur.

Kesimpulan

Reaksi kimia merupakan suatu perubahan zat yang terjadi untuk menghasilkan zat baru. Perubahan zat itu sebenarnya sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya adalah pada saat diri kita sedang mencerna makanan. Reaksi kimia dapat terjadi karena komposisi kimia pada suatu zat berubah menjadi komposisi kimia yang baru.

Dari pembahasan reaksi kimia di atas, dapat dikatakan bahwa terjadinya reaksi kimia dapat kita lihat pada saat adanya perubahan perubahan warna, perubahan suhu, emisi cahaya, dan sebagainya. Demikian, pembahasan tentang reaksi kimia, semoga bisa bermanfaat. Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *