Bu Guru Kenapa Seragamku Berbeda

Bu Guru Kenapa Seragamku Berbeda

” Pagiku cerahku matahari bersinar, ku gendong tas merahku di pundak”. Itulah alunan lagu yang kerap ku nyanyikan, pada waktu aku duduk di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tak terasa sudah 15 tahun berlalu, aku tidak menginjakkan kaki ku disana.

Suara ayam berkokok, membangunkan alam mimpiku. Mataku enggan rasanya untuk melihat sang fajar, aku masih ingin tidur pulas. Oh iya….!!! Aku ingat, sekarangkan aku mulai masuk sekolah. Segera ku bergegas bangun dari tempat tidurku, aku dan adik ku sekolahnya dijadikan satu, satu sekolahan, dan satu kelas pula.

Setelah terbangun aku pun membangunkan adik ku, nampaknya dia lagi pulas sekali tidurnya jadi ngak tega banguninnya. Tercium aroma-aroma sedap dari dapur, heeemmmm……!!! Sepertinya bunda sudah masak, kira-kira bunda masak apa ya..?? Sebelum mandi aku ke dapur dulu ah, siapa tau disuru incip-incip masakannya bunda hehehe….!!!

Delicious memang masakannya bunda tiada duanya, incip makanan sudah, sekarang tinggal mandi. Ku mendengar suara bunda dari dapur,” mbak adik sudah kamu bangunin..??”, suaranya sedikit lantang dari kejauhan. “Sudah bun, tapi tidak mau bangun”, jawabku dari depan kamar mandi.

Terasa hari ini adalah hari paling Spesial, dari hari-hari sebelumnya, secara ini adalah hari pertama aku masuk sekolah, jadi ngak sabar. Sudah jam 6 kurang 15 menit, adik ku belum juga bangun, ya elah  ternyata dia minta dibangunin sama bunda. Pantesan aku bangunin ngak bangun-bangun, dasar anak bontot.

Sambil sarapan aku bertanya,”Bun siapa yang antar aku sama adik ke sekolah, terus kenapa aku ngak sekolah di tempatnya mas aja, kan enak dekat bun”, Dengan mengerutkan kening. ” Bunda yang antar, nanti kamu tau sendiri, kan enak kalau jauh bisa punya banyak teman”, Jawab bunda dengan senyum.

Jarum jam menunjukkan pukul 06:30, aku berangkat ke sekolah diantar bunda, dengan jalan kaki, yang jauhnya 2 kali lipat dari jarak sekolahan-nya mas. Tak apalah nurut aja sama orang tua, kan jalan kaki itu menyehatkan, meskipun sedikit ngos-ngosan.

Sesampainya di sekolah aku dan adik ku dikira saudara kembar lho…!!! Mungkin gara-gara jarak umur yang begitu sedikit, dan raut wajah yang sedikit mirip. By the way selisih umur ku dan adik ku sekitar kurang lebih 1 tahun, dan kita duduknya sekelas dan sebangku, jadi asumsi orang-orang kita anak kembar hehe,… !! Padahal ngak.

Keluarga Nomaden

 

keluarga adalah harta yang paling berharga, keluarga terdiri dari, ayah ibu dan anak
By : habibihabibati.wordpress.com

Waktu pun telah berlalu, sudah satu minggu aku masuk sekolah, adaptasi dengan lingkungan baru, dan tempat tinggal baru juga. Yang sebelumnya tempat tinggal keluargaku berpindah-pindah. Dari satu kota ke kota lain, seperti Madura, Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto. Bisa disebut juga dengan Nomaden. Tapi alhamdulillah mulai sekarang kata bunda menetap di Mojokerto.

Aku lahir di Madura, selama kurang lebih 5 tahun aku tinggal di Madura, 1 tahun di Surabaya, 2 tahun di Sidoarjo, dan pindah ke Mojokerto sampai sekarang. Ya wajar kalau aku telat 1 tahun untuk sekolah, tapi masih banyak anak yang lebih tua dari aku di kelas, jadi aku ngak ngerasa telat banget.

Pagi-pagi buta ku mendengar percakapan antara bunda, mas dan mbak, mereka rupanya ada masalah yang harus diselesaikan, di percakapan terdengar kata Madura dan Sidoarjo. Aku mulai berfikir apa akan pindahan lagi, baru sebulan di Mojokerto, masak pindah lagi.

Karena krisis Keuangan keluargaku anjlok, bunda memutuskan untuk kerja di Sidoarjo selama beberapa bulan, sedangkan saudaraku seperti mbak dan mas kembali ke Madura, untuk menyelesaikan urusannya. Mungkin meneruskan sekolah dan mondok disana, tinggal aku dan adik di rumah hanya berdua.

Keluarga yang sebelumnya jadi satu rumah, satu atap sekarang berpisah. Aku ingin ikut sama bunda, tapi bunda menyuruh aku tinggal dan sekolah di Mojokerto. Mau ngak mau aku harus nurut, apapun yang menjadi keputusannya itu yang terbaik, tetesan-tetesan air mata membasahi pipi, apa lagi adik tak henti-hentinya dia menangis.

Sebelum semuanya pergi bunda menitipkan ku dan adik, di rumah simbah, di situlah semua kebutuhanku dan adik diurus sama simbah, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semangat ku untuk sekolah sudah pudar, aroma harum akan masakan sudah tak tercium lagi, adik bertanya,” mbak sakarang hari apa, pakai seragam apa ke sekolah”. Saya pun menjawab ,”mbak ngak tau sekarang hari apa dan pakai seragam apa”. maklum masih kecil, masih ingusan, wajar kalau ngak tau hari, hehehe…..!!!

Simbah menyahut percakapan dari dapur, “Onok opo kok isuk-isuk wes rame, sarapan disik, sak durunge budal sekolah”. sambil berjalan dengan perlahan-lahan menghampiriku. ” inggeh mbah..!!” Jawabku dengan lirih, sarapan sudah dihidangkan di meja makan. Nampaknya tidak ada menu yang memikat hati, rasanya enggan untuk sarapan.

Cinta Nenek Dan Cucu

 

Cinta nenek dan cucu,
By : nourabooks.co.id

Sudah hampir jam 07:00, aku belum memakai seragam, simbah memandang ku dengan tatapan bertanya-tanya. ” Nduk endi seragam mu, wes jam pitu kok gorong gawe seragam..??” Tanya simbah dengan membuka lemari. Aku bingung harus memakai seragam apa hari ini, soalnya ada 2 hari yang aku lupa memakai seragam apa, yaitu hari rabu dan kamis, seragamnya juga hampir sama jadi bingung deh…!!!

Kata simbah hari ini hari kamis, pakai seragam mana ya..?? Seragam hijau tua apa hijau muda..?? Simbah mengambilkan aku seragam hijau tua, dan aku memilih hijau muda, aku tak yakin dengan pilihan simbah. Dan aku selalu ngeyel jika dikasih tau simbah, padahal simbah orngnya baik, mungkin efek  kesel di tinggal keluarga.

Kenakalanku Di Sekolah

 

kenakalanku waktu SD, panjat gerbang sekolah
pasundanekspres.co

Bel kelas sudah terdengar dijalan, dan aku sama adik masih belum ada di kelas, aku berlarian dengan keringat berjatuhan, aku melihat satu dua anak yang berseragam tidak sama denganku. Mungkin itu kelas 2 atau 3 yang seragam-nya tak sama dengan anak kelas 1.

Gerbang sekolah sudah di tutup rapat, aku berpikir untuk bolos saja, tapi aku teringat perkataan bunda untuk sekolah. aku putuskan untuk masuk sekolah, tapi gerbang sudah tertutup, aku melihat kanan kiri, mencari suasana aman dari satpam.

Untung aku dan adik punya bakat memanjat pohon, hehehe….!!! Jadi bisa saya gunakan untuk memanjat gerbang sekolah, aku dan adik bergantian memanjat gerbang, Alhamdulillah sudah ada dalam sekolah (Btw, jangan ditiru ya) The Power of kepepet, haha…!!!

Pintu kelas tertutup, terdengar suara bu guru yang sedang menjelaskan di depan kelas, ku beranikan untuk mengetuk pintu. “Assalamu’alaikum”. Ada seruan untuk masuk, aku pun membuka pintu sama adik, tapi adik berada di belakangku karena takut. Setelah aku buka pintu, aku tercengang dengan warna yang ku lihat tidak sama yang ku pakai.

Suasana yang awalnya sunyi menjadi ramai, tawaan teman-teman terngiang di telingga, semua pandangan tersudut padaku. Ternyata aku salah seragam, ” Si kembar salah seragam Wkwkwkw…!!!”, kata teman-teman sambil menunjuk ku. Malu banget tau ngak sih, diketawain sama teman satu kelas.

Mukaku memerah seperti udang rebus, tapi semua ketawa aku jadi ikut ketawa, caba saja tadi aku nurut sama simbah pasti ngak gini kejadiannya. memang inilah buah dari anak yang suka ngeyel, aku nyesel tadi ngeyel sama simbah.

Bu guru menenangkan suasana yang gaduh gara-gara aku salah seragam, dan aku maju kedepan dengan polosnya, aku bertanya kepada bu guru, “Bu kenapa seragam ku berbeda dengan yang lain, apa mereka salah memakai seragam”. Dengan wajah datar, bu guru tersenyum dengan menhan tawa.

Tutur kata yang halus dan lembut inilah, yang membuat murid-murid terhipnotis, ” Teman-teman mu ngak salah seragam, kamu juga ngak salah, mungkin bu guru yang kurang memperhatikan murid-muridnya”, sambil mengelus-ngelus pundak ku. Guru terfavorit sepanjang masa dan patut di contoh. Itulah cerita masa kecil ku

waktu tak akan bisa terulang kembali, jadi jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang ada saat ini
By : nsragen.blogspot.com

Masa kecil adalah masa yang sangat polos dan menyenangkan, jadi jangan malu untuk mengingat keanehan tingkah laku kita pada masa itu. 

By the way, pesan yang dapat diambil dari cerita diatas yaitu “Jangan ngeyel  jika dinasehati orang yang lebih tua”. Semoga bermanfaat. 

 

Leave a Comment